<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-5762598333584459893</id><updated>2012-02-24T10:05:35.366+07:00</updated><title type='text'>Catatan Harianku</title><subtitle type='html'>sebuah catatan harian yang penuh hikmah</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://ikhwahcreative.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5762598333584459893/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ikhwahcreative.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Syarifudin Ar-Rosyid</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11874039002798109399</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-sM-kIaGgISw/T0PX4GbkjsI/AAAAAAAAAFA/okil08acZo0/s220/30815_1308759885781_1434109478_30719483_380216_n.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>15</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5762598333584459893.post-3590855813656478769</id><published>2012-02-24T10:00:00.002+07:00</published><updated>2012-02-24T10:05:35.384+07:00</updated><title type='text'>Kisah Tukang Sol Sepatu</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-Ib4ThuLeCjU/T0b-UI9ntzI/AAAAAAAAAHc/gqCy40YreRM/s1600/dua_tukang_sol_sepatu.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 249px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-Ib4ThuLeCjU/T0b-UI9ntzI/AAAAAAAAAHc/gqCy40YreRM/s320/dua_tukang_sol_sepatu.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5712532799322830642" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Mang Udin, begitulah dia dipanggil, seorang penjual jasa perbaikan sepatu yang sering disebut tukang sol. Pagi buta sudah melangkahkan kakinya meninggalkan anak dan istrinya yang berharap, nanti sore hari mang Udin membawa uang untuk membeli nasi dan sedikit lauk pauk. Mang Udin terus menyusuri jalan sambil berteriak menawarkan jasanya. Sampai tengah hari, baru satu orang yang menggunakan jasanya. Itu pun hanya perbaikan kecil. &lt;br /&gt;Perut mulai keroncongan. Hanya air teh bekal dari rumah yang mengganjal perutnya. Mau beli makan, uangnya tidak cukup. Hanya berharap dapat order besar sehingga bisa membawa uang ke rumah. Perutnya sendiri tidak dia hiraukan. Di tengah keputusasaan, dia berjumpa dengan seorang tukan sol lainnya. Wajahnya cukup berseri. Pasti, si Abang ini sudah dapat uang banyak nich. pikir mang Udin. Mereka berpapasan dan saling menyapa. Akhirnya berhenti untuk bercakap-cakap. Bagaimana dengan hasil hari ini bang? Sepertinya laris nich? kata mang Udin memulai percakapan. Alhamdulillah. Ada beberapa orang memperbaiki sepatu. kata tukang sol yang kemudian diketahui namanya Bang Soleh. Saya baru satu bang, itu pun cuma benerin jahitan. kata mang Udin memelas. Alhamdulillah, itu harus disyukuri. Mau disyukuri gimana, nggak cukup buat beli beras juga. kata mang Udin sedikit kesal. Justru dengan bersyukur, nikmat kita akan ditambah.  kata bang Soleh sambil tetap tersenyum. Emang begitu bang?  tanya mang Udin, yang sebenarnya dia sudah tahu harus banyak bersyukur. Insya Allah. Mari kita ke Masjid dulu, sebentar lagi adzan dzuhur. kata bang Soleh sambil mengangkat pikulannya. Mang udin sedikit kikuk, karena dia tidak pernah mampir ke tempat shalat. Ayolah, kita mohon kepada Allah supaya kita diberi rezeki yang barakah. Akhirnya, mang Udin mengikuti bang Soleh menuju sebuah masjid terdekat. Bang Soleh begitu hapal tata letak masjid, sepertinya sering ke masjid tersebut. Setelah shalat, bang Soleh mengajak mang Udin ke warung nasi untuk makan siang. Tentu saja mang Udin bingung, sebab dia tidak punya uang. Bang Soleh mengerti, Ayolah, kita makan dulu. Saya yang traktir. Akhirnya mang Udin ikut makan di warung Tegal terdekat. Setelah makan, mang Udin berkata, Saya tidak enak nich. Nanti uang untuk dapur abang berkurang dipakai traktir saya. Tenang saja, Allah akan menggantinya. Bahkan lebih besar dan barakah. kata bang Soleh tetap tersenyum. Abang yakin? Insya Allah. jawab bang soleh meyakinkan. Kalau begitu, saya mau shalat lagi, bersyukur, dan mau memberi kepada orang lain. kata mang Udin penuh harap. Insya Allah. Allah akan menolong kita. Kata bang Soleh sambil bersalaman dan mengucapkan salam untuk berpisah. Keesokan harinya, mereka bertemu di tempat yang sama. Bang Soleh mendahului menyapa. Apa kabar mang Udin? Alhamdulillah, baik. Oh ya, saya sudah mengikuti saran Abang, tapi mengapa koq penghasilan saya malah turun? Hari ini, satu pun pekerjaan belum saya dapat. kata mang Udin setengah menyalahkan. Bang Soleh hanya tersenyum. Kemudian berkata, Masih ada hal yang perlu mang Udin lakukan untuk mendapat rezeki barakah. Oh ya, apa itu? tanya mang Udin penasaran. Tawakal, ikhlas, dan sabar. kata bang Soleh sambil kemudian mengajak ke Masjid dan mentraktir makan siang lagi. Keesokan harinya, mereka bertemu lagi, tetapi di tempat yang berbeda. Mang Udin yang berhari-hari ini sepi order berkata setengah menyalahkan lagi, Wah, saya makin parah. Kemarin nggak dapat order, sekarang juga belum. Apa saran abang tidak cocok untuk saya? Bukan tidak, cocok. Mungkin keyakinan mang Udin belum kuat atas pertolongan Allah. Coba renungkan, sejauh mana mang Udin yakin bahwa Allah akan menolong kita? jelas bang Soleh sambil tetap tersenyum. Mang Udin cukup tersentak mendengar penjelasan tersebut. Dia mengakui bahwa hatinya sedikit ragu. Dia hanya coba-coba menjalankan apa yang dikatakan oleh bang Soleh. Bagaimana supaya yakin bang? kata mang Udin sedikit pelan hampir terdengar. Rupanya, bang Soleh sudah menebak, kemana arah pembicaraan. Saya mau bertanya, apakah kita janjian untuk bertemu hari ini, disini? tanya bang Soleh. Tapi kenyataanya kita bertemu, bahkan 3 hari berturut. Mang Udin dapat rezeki bisa makan bersama saya. Jika bukan Allah yang mengatur, siapa lagi? lanjut bang Soleh. Mang Udin terlihat berpikir dalam. Bang Soleh melanjutkan, Mungkin, sudah banyak petunjuk dari Allah, hanya saja kita jarang atau kurang memperhatikan petunjuk tersebut. Kita tidak menyangka Allah akan menolong kita, karena kita sebenarnya tidak berharap. Kita tidak berharap, karena kita tidak yakin. Mang Udin manggut-manggut. Sepertinya mulai paham. Kemudian mulai tersenyum. OK dech, saya paham. Selama ini saya akui saya memang ragu. Sekarang saya yakin. Allah sebenarnya sudah membimbing saya, saya sendiri yang tidak melihat dan tidak mensyukurinya. Terima kasih abang. kata mang Udin, matanya terlihat berkaca-kaca. Berterima kasihlah kepada Allah. Sebentar lagi dzuhur, kita ke Masjid yuk. Kita mohon ampun dan bersyukur kepada Allah. Mereka pun mengangkat pikulan dan mulai berjalan menuju masjid terdekat sambil diiringi rasa optimist bahwa hidup akan lebih baik.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5762598333584459893-3590855813656478769?l=ikhwahcreative.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5762598333584459893/posts/default/3590855813656478769'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5762598333584459893/posts/default/3590855813656478769'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ikhwahcreative.blogspot.com/2012/02/kisah-tukang-sol-sepatu.html' title='Kisah Tukang Sol Sepatu'/><author><name>Syarifudin Ar-Rosyid</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11874039002798109399</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-sM-kIaGgISw/T0PX4GbkjsI/AAAAAAAAAFA/okil08acZo0/s220/30815_1308759885781_1434109478_30719483_380216_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-Ib4ThuLeCjU/T0b-UI9ntzI/AAAAAAAAAHc/gqCy40YreRM/s72-c/dua_tukang_sol_sepatu.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5762598333584459893.post-2139236433888727759</id><published>2012-02-22T22:19:00.004+07:00</published><updated>2012-02-23T14:47:42.128+07:00</updated><title type='text'>"Tuhan Itu Tidak Ada"</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-qbDpe6meohU/T0UKxgvWVCI/AAAAAAAAAHQ/W-mW1M1RbsQ/s1600/2980551p.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 214px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-qbDpe6meohU/T0UKxgvWVCI/AAAAAAAAAHQ/W-mW1M1RbsQ/s320/2980551p.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5711983548107740194" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Seorang konsumen datang ke tempat tukang cukur untuk memotong rambut dan merapikan brewoknya. Si tukang cukur mulai memotong rambut konsumennya dan mulailah terlibat pembicaraan yang mulai menghangat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka membicarakan banyak hal dan berbagai variasi topik pembicaraan, dan sesaat topik pembicaraan beralih tentang TUHAN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si tukang cukur bilang,”Saya tidak percaya kalau TUHAN itu ada”.&lt;br /&gt;“Kenapa kamu berkata begitu ?” tanya si konsumen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Begini, coba kamu perhatikan di depan sana, di jalanan…. untuk menyadari bahwa TUHAN itu tidak ada”.&lt;br /&gt;“Katakan kepadaku, jika TUHAN itu ada. Adakah yang sakit? Adakah anak-anak terlantar? Adakah yang hidupnya susah?” .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jika TUHAN ada, tidak akan ada sakit ataupun kesusahan”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saya tidak dapat membayangkan TUHAN Yang Maha Penyayang akan membiarkan ini semua terjadi”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si konsumen diam untuk berpikir sejenak, tapi tidak merespon apa yang dikatakan si tukang cukur tadi, karena dia tidak ingin terlibat adu pendapat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si tukang cukur menyelesaikan pekerjaannya dan si konsumen pergi meninggalkan tempat si tukang cukur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa saat setelah dia meninggalkan ruangan itu dia melihat ada orang di jalan dengan rambut yang panjang, berombak kasar (Jawa : mlungker-mlungker – Red), kotor dan brewok, tidak pernah dicukur. Orang itu terlihat kotor dan tidak terawat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si konsumen balik ke tempat tukang cukur tadi dan berkata :&lt;br /&gt;“Kamu tahu, sebenarnya di dunia ini TIDAK ADA TUKANG CUKUR..!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si tukang cukur tidak terima, dia bertanya : “Kamu kok bisa bilang begitu?”.&lt;br /&gt;“Saya tukang cukur dan saya ada di sini. Dan barusan saya mencukurmu!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tidak!” elak si konsumen.&lt;br /&gt;“Tukang cukur itu TIDAK ADA! Sebab jika tukang cukur itu ada, tidak akan ada orang dengan rambut panjang yang kotor dan brewokan seperti orang yang di luar sana”, si konsumen menambahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ah tidak, tapi tukang cukur itu tetap ada!”, sanggah si tukang cukur.&lt;br /&gt;“Apa yang kamu lihat itu adalah SALAH MEREKA SENDIRI, mengapa mereka tidak datang kepada saya untuk mencukur dan merapikan rambutnya?”, jawab si tukang cukur membela diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“COCOK, SAYA SETUJU..!” kata si konsumen.&lt;br /&gt;“Itulah point utamanya!.. Sama dengan TUHAN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Maksud kamu bagaimana?”, tanya si tukang cukur tidak mengerti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya TUHAN ITU ADA ! Tapi apa yang terjadi sekarang ini.?&lt;br /&gt;Mengapa orang-orang TIDAK MAU DATANG kepada-NYA, dan TIDAK MAU mencari-NYA..?&lt;br /&gt;Oleh karena itu banyak yang sakit dan tertimpa kesusahan di dunia ini.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si tukang cukur terbengong!!!! Dalam hati dia berkata : “Benar juga apa kata dia..mengapa aku tidak mau datang kepada TUHANKU, untuk beribadah dan berdoa, memohon agar dihindarkan dari segala kesusahan dalam hidup ini..?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Jika Anda berpikir bahwa TUHAN ITU ADA, sampaikan cerita ini kepada orang lain. Semoga kita selalu mendapat kebaikan dan kebahagiaan dalam hidup ini. Amien..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/sharer.php"&gt;&lt;img border="0" height="39" src="http://3.bp.blogspot.com/-lk2kbpDxr-A/TwOf3gJrvHI/AAAAAAAAA_o/yz_je7SkPoo/s320/SHARE-2.jpg" width="79" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5762598333584459893-2139236433888727759?l=ikhwahcreative.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5762598333584459893/posts/default/2139236433888727759'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5762598333584459893/posts/default/2139236433888727759'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ikhwahcreative.blogspot.com/2012/02/tuhan-itu-tidak-ada.html' title='&quot;Tuhan Itu Tidak Ada&quot;'/><author><name>Syarifudin Ar-Rosyid</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11874039002798109399</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-sM-kIaGgISw/T0PX4GbkjsI/AAAAAAAAAFA/okil08acZo0/s220/30815_1308759885781_1434109478_30719483_380216_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-qbDpe6meohU/T0UKxgvWVCI/AAAAAAAAAHQ/W-mW1M1RbsQ/s72-c/2980551p.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5762598333584459893.post-8783119167730066903</id><published>2012-02-22T01:02:00.002+07:00</published><updated>2012-02-22T01:06:41.377+07:00</updated><title type='text'>Lepaskanlah Sebelum Terlambat</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-sNItckP7-bo/T0PdJFchjqI/AAAAAAAAAGI/i8dvQVuvI9E/s1600/3-monkey-hand.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 193px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-sNItckP7-bo/T0PdJFchjqI/AAAAAAAAAGI/i8dvQVuvI9E/s320/3-monkey-hand.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5711651900586299042" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Di suatu hutan hiduplah sekelompok monyet. Pada suatu hari, tatkala mereka tengah bermain, tampak oleh mereka sebuah toples kaca berleher panjang dan sempit yang bagian bawahnya tertanam di tanah. Di dasar toples itu ada kacang yang sudah dibubuhi dengan aroma yang disukai monyet. Rupanya toples itu adalah perangkap yang ditaruh di sana oleh seorang pemburu.&lt;br /&gt;Salah seekor monyet muda mendekat dan memasukkan tangannya ke dalam toples untuk mengambil kacang-kacang tersebut. Akan tetapi tangannya yang terkepal menggenggam kacang tidak dapat dikeluarkan dari sana karena kepalan tangannya lebih besar daripada ukuran leher toples itu. Monyet ini meronta-ronta untuk mengeluarkan tangannya itu, namun tetap saja gagal.&lt;br /&gt;Seekor monyet tua menasihati monyet muda itu: Lepaskanlah kepalanmu atas kacang-kacang itu! Engkau akan bebas dengan mudah!Namun monyet muda itu tidak mengindahkan anjuran tersebut, tetap saja ia bersikeras menggenggam kacang itu.&lt;br /&gt;Beberapa saat kemudian, sang pemburu datang dari kejauhan. Sang monyet tua kembali meneriakkan nasihatnya: Lepaskanlah kepalanmu sekarang juga agar engkau bebas! Monyet muda itu ketakutan, namun tetap saja ia bersikeras untuk mengambil kacang itu. Akhirnya, ia tertangkap oleh sang pemburu.&lt;br /&gt;Demikianlah, kadang kita juga sering mencengkeram dan tidak rela melepaskan hal-hal yang sepatutnya kita lepaskan: kemarahan, kebencian, iri hati, ketamakan, dan sebagainya. Apabila kita tetap tak bersedia melepas, tatkala kematian datang menangkap kita, semuanya akan terlambat sudah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukankah lebih mudah jika kita melepaskan setiap masalah yang lampau, dan menatap hari esok dengan lebih cerah? Bukankah dunia akan menjadi lebih indah jika kita bisa melepaskan "kepalan" kita dan membagi kebahagiaan dengan orang lain?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5762598333584459893-8783119167730066903?l=ikhwahcreative.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5762598333584459893/posts/default/8783119167730066903'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5762598333584459893/posts/default/8783119167730066903'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ikhwahcreative.blogspot.com/2012/02/lepaskanlah-sebelum-terlambat.html' title='Lepaskanlah Sebelum Terlambat'/><author><name>Syarifudin Ar-Rosyid</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11874039002798109399</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-sM-kIaGgISw/T0PX4GbkjsI/AAAAAAAAAFA/okil08acZo0/s220/30815_1308759885781_1434109478_30719483_380216_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-sNItckP7-bo/T0PdJFchjqI/AAAAAAAAAGI/i8dvQVuvI9E/s72-c/3-monkey-hand.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5762598333584459893.post-5757025496166777873</id><published>2012-02-22T00:48:00.002+07:00</published><updated>2012-02-22T00:56:15.105+07:00</updated><title type='text'>Kado Kosong</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-Ow0CR7D5nFc/T0Pab_yPxfI/AAAAAAAAAF8/fKI9zYDe3Xk/s1600/kotak%2Bkosong.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-Ow0CR7D5nFc/T0Pab_yPxfI/AAAAAAAAAF8/fKI9zYDe3Xk/s320/kotak%2Bkosong.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5711648926949426674" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Menjelang hari raya, seorang ayah membeli beberapa gulung kertas kado.&lt;br /&gt;Putrinya yang masih kecil, masih balita, meminta satu gulung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Untuk apa?" tanya sang ayah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Untuk kado, mau kasih hadiah." jawab si kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jangan dibuang-buang ya." pesan si ayah, sambil memberikan satu&lt;br /&gt;gulungan kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persis pada hari raya, pagi-pagi si kecil sudah bangun dan membangunkan&lt;br /&gt;ayahnya, "Pa, Pa ada hadiah untuk Papa."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang ayah yang masih malas-malasan, matanya pun belum melek, menjawab,&lt;br /&gt;"Sudahlah nanti saja."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi si kecil pantang menyerah, "Pa, Pa, bangun Pa, sudah siang."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ah, kamu gimana sih, pagi-pagi sudah bangunin Papa."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia mengenali kertas kado yang pernah ia berikan kepada anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hadiah apa nih?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hadiah hari raya untuk Papa. Buka dong Pa, buka sekarang." Dan sang&lt;br /&gt;ayah pun membuka bingkisan itu. Ternyata di dalamnya hanya sebuah kotak&lt;br /&gt;kosong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak berisi apa pun juga. "Ah, kamu bisa saja. Bingkisannya koq&lt;br /&gt;kosong.Buang-buang kertas kado Papa. Kan mahal?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si kecil menjawab, "Nggak Pa, nggak kosong. Tadi, Putri masukin begitu&lt;br /&gt;buaanyaak ciuman untuk Papa."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang ayah terharu, ia mengangkat anaknya. Dipeluknya, diciumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Putri, Papa belum pernah menerima hadiah seindah ini. Papa akan selalu&lt;br /&gt;menyimpan boks ini. Papa akan bawa ke kantor dan sekali-sekali kalau&lt;br /&gt;perlu ciuman Putri, Papa akan mengambil satu. Nanti kalau kosong diisi&lt;br /&gt;lagi ya !"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kotak kosong yang sesaat sebelumnya dianggap tidak berisi, tidak&lt;br /&gt;memiliki nilai apa pun, tiba-tiba terisi, tiba-tiba memiliki nilai yang&lt;br /&gt;begitu tinggi. Apa yang terjadi ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, kendati kotak itu memiliki nilai yang sangat tinggi di mata sang&lt;br /&gt;ayah, di mata orang lain tetap juga tidak memiliki nilai apa pun. Orang&lt;br /&gt;lain akan tetap menganggapnya kotak kosong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kosong bagi seseorang bisa dianggap penuh oleh orang lain. Sebaliknya,&lt;br /&gt;penuh bagi seseorang bisa dianggap kosong oleh orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kosong dan penuh - dua-duanya merupakan produk dari "pikiran" anda&lt;br /&gt;sendiri. Sebagaimana anda memandangi hidup demikianlah kehidupan anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup menjadi berarti, bermakna, karena anda memberikan arti kepadanya,&lt;br /&gt;memberikan makna kepadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi mereka yang tidak memberikan makna, tidak memberikan arti, hidup&lt;br /&gt;ini ibarat lembaran kertas yang kosong...........&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5762598333584459893-5757025496166777873?l=ikhwahcreative.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5762598333584459893/posts/default/5757025496166777873'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5762598333584459893/posts/default/5757025496166777873'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ikhwahcreative.blogspot.com/2012/02/kado-kosong.html' title='Kado Kosong'/><author><name>Syarifudin Ar-Rosyid</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11874039002798109399</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-sM-kIaGgISw/T0PX4GbkjsI/AAAAAAAAAFA/okil08acZo0/s220/30815_1308759885781_1434109478_30719483_380216_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-Ow0CR7D5nFc/T0Pab_yPxfI/AAAAAAAAAF8/fKI9zYDe3Xk/s72-c/kotak%2Bkosong.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5762598333584459893.post-1913502764122351315</id><published>2011-07-21T11:44:00.000+07:00</published><updated>2011-07-21T11:49:24.124+07:00</updated><title type='text'>Cermin Anak</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-jWutzSdg7lA/Tievxy2NIrI/AAAAAAAAAEk/kALTM0YGtiA/s1600/cermin.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 231px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-jWutzSdg7lA/Tievxy2NIrI/AAAAAAAAAEk/kALTM0YGtiA/s320/cermin.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5631663129047671474" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Suatu ketika di sebuah sekolah, diadakan pementasan drama. &lt;br /&gt;Pentas drama yang meriah, dengan pemain yang semuanya &lt;br /&gt;siswa-siswi di sana. Setiap anak mendapat peran, dan &lt;br /&gt;memakai kostum sesuai dengan tokoh yang mereka perankan. &lt;br /&gt;Semuanya tampak serius, sebab Pak Guru akan memberikan &lt;br /&gt;hadiah kepada anak yang tampil terbaik dalam pentas.&lt;br /&gt;Di depan panggung, semua orangtua murid ikut hadir dan &lt;br /&gt;menyemarakkan acara itu.&lt;br /&gt;Lakon drama berjalan dengan sempurna. Semua anak tampil &lt;br /&gt;dengan maksimal. Ada yang berperan sebagai petani, lengkap &lt;br /&gt;dengan cangkul dan topinya, ada juga yang menjadi nelayan, &lt;br /&gt;dengan jala yang disampirkan di bahu. Di sudut sana, &lt;br /&gt;tampak pula seorang anak dengan raut muka ketus, sebab dia &lt;br /&gt;kebagian peran pak tua yang pemarah, sementara di sudut &lt;br /&gt;lain, terlihat anak dengan wajah sedih, layaknya pemurung &lt;br /&gt;yang selalu menangis. Tepuk tangan dari para orangtua dan &lt;br /&gt;guru kerap terdengar, di sisi kiri dan kanan panggung.&lt;br /&gt;Tibalah kini akhir dari pementasan drama. Dan itu berarti, &lt;br /&gt;sudah saatnya Pak Guru mengumumkan siapa yang berhak &lt;br /&gt;mendapat hadiah. Setiap anak tampak berdebar dalam hati, &lt;br /&gt;berharap mereka terpilih menjadi pemain drama yang &lt;br /&gt;terbaik. Dalam komat-kamit mereka berdoa, supaya Pak Guru &lt;br /&gt;akan menyebutkan nama mereka, dan mengundang ke atas &lt;br /&gt;panggung untuk menerima hadiah. Para orangtua pun ikut &lt;br /&gt;berdoa, membayangkan anak mereka menjadi yang terbaik.&lt;br /&gt;Pak Guru telah menaiki panggung, dan tak lama kemudian ia &lt;br /&gt;menyebutkan sebuah nama. Ahha... ternyata, anak yang &lt;br /&gt;menjadi pak tua pemarah-lah yang menjadi juara. Dengan &lt;br /&gt;wajah berbinar, sang anak bersorak gembira. "Aku &lt;br /&gt;menang...", begitu ucapnya. Ia pun bergegas menuju &lt;br /&gt;panggung, diiringi kedua orangtuanya yang tampak bangga. &lt;br /&gt;Tepuk tangan terdengar lagi. Sang orangtua menatap &lt;br /&gt;sekeliling, menatap ke seluruh hadirin. Mereka bangga.&lt;br /&gt;Pak Guru menyambut mereka. Sebelum menyerahkan hadiah, ia &lt;br /&gt;sedikit bertanya kepada sang "jagoan, "Nak, kamu memang &lt;br /&gt;hebat. Kamu pantas mendapatkannya. Peranmu sebagai seorang &lt;br /&gt;yang pemarah terlihat bagus sekali. Apa rahasianya ya, &lt;br /&gt;sehingga kamu bisa tampil sebaik ini? Kamu pasti rajin &lt;br /&gt;mengikuti latihan, tak heran jika kamu terpilih menjadi &lt;br /&gt;yang terbaik.." tanya Pak Guru. "Coba kamu ceritakan &lt;br /&gt;kepada kami semua, apa yang bisa membuat kamu seperti &lt;br /&gt;ini..."&lt;br /&gt;Sang anak menjawab, "Terima kasih atas hadiahnya Pak. Dan &lt;br /&gt;sebenarnya saya harus berterima kasih kepada Ayah saya di &lt;br /&gt;rumah. Karena, dari Ayah lah saya belajar berteriak dan &lt;br /&gt;menjadi pemarah. Kepada Ayah-lah saya meniru perilaku ini. &lt;br /&gt;Ayah sering berteriak kepada saya, maka, bukan hal yang &lt;br /&gt;sulit untuk menjadi pemarah seperti Ayah."&lt;br /&gt;Tampak sang Ayah yang mulai tercenung. Sang anak mulai &lt;br /&gt;melanjutkan, "...Ayah membesarkan saya dengan cara seperti &lt;br /&gt;ini, jadi peran ini, adalah peran yang mudah buat saya..."&lt;br /&gt;Senyap. Usai bibir anak itu terkatup, keadaan tambah &lt;br /&gt;senyap. Begitupun kedua orangtua sang anak di atas &lt;br /&gt;panggung, mereka tampak tertunduk. Jika sebelumnnya mereka &lt;br /&gt;merasa bangga, kini keadaannya berubah. Seakan, mereka &lt;br /&gt;berdiri sebagai terdakwa, di muka pengadilan. Mereka &lt;br /&gt;belajar sesuatu hari itu. Ada yang perlu diluruskan dalam &lt;br /&gt;perilaku mereka.&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Teman, setiap anak, adalah duplikat dari orang di &lt;br /&gt;sekitarnya. Setiap anak adalah peniru, dan mereka belajar &lt;br /&gt;untuk menjadi salah satu dari kita. Mereka akan belajar &lt;br /&gt;untuk menjadikan kita sebagai contoh, sebagai panutan &lt;br /&gt;dalam bertindak dan berperilaku. Mereka juga akan hadir &lt;br /&gt;sebagai sosok-sosok cermin bagi kita, tempat kita bisa &lt;br /&gt;berkaca pada semua hal yang kita lakukan. Mereka laksana &lt;br /&gt;air telaga yang merefleksikan bayangan kita saat kita &lt;br /&gt;menatap dalam hamparan perilaku yang mereka perbuat.&lt;br /&gt;Teman, saya ingin berpesan kepada kita semua, &lt;br /&gt;"berteriaklah kepada anak-anak kita saat kita marah, maka, &lt;br /&gt;kita akan membesarkan seorang pemarah. Bermuka ketuslah &lt;br /&gt;kepada mereka saat kita marah, maka kita akan membesarkan &lt;br /&gt;seorang pembenci, dan biarkanlah mulut dan tangan kita &lt;br /&gt;yang bekerja saat kita marah, maka kita akan belajar &lt;br /&gt;menciptakan seorang yang penuh dengki..."&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5762598333584459893-1913502764122351315?l=ikhwahcreative.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5762598333584459893/posts/default/1913502764122351315'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5762598333584459893/posts/default/1913502764122351315'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ikhwahcreative.blogspot.com/2011/07/cermin-anak.html' title='Cermin Anak'/><author><name>Syarifudin Ar-Rosyid</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11874039002798109399</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-sM-kIaGgISw/T0PX4GbkjsI/AAAAAAAAAFA/okil08acZo0/s220/30815_1308759885781_1434109478_30719483_380216_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-jWutzSdg7lA/Tievxy2NIrI/AAAAAAAAAEk/kALTM0YGtiA/s72-c/cermin.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5762598333584459893.post-7954380313902030560</id><published>2011-03-09T20:08:00.000+07:00</published><updated>2011-03-09T20:34:25.769+07:00</updated><title type='text'>sepuluh karakter atau ciri khas yang mesti melekat pada pribadi muslim.</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-rcvhaNEOyhg/TXeBjmQg79I/AAAAAAAAAEY/s6CqCCbIi60/s1600/hasan12.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-rcvhaNEOyhg/TXeBjmQg79I/AAAAAAAAAEY/s6CqCCbIi60/s320/hasan12.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5582072711714238418" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;1. Salimul Aqidah (Aqidah yang bersih)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Salimul aqidah merupakan sesuatu yang harus ada pada setiap muslim. Dengan aqidah yang bersih, seorang muslim akan memiliki ikatan yang kuat kepada Allah SWT. Dengan ikatan yang kuat itu dia tidak akan menyimpang dari jalan dan ketentuan-ketentuan-Nya. Dengan kebersihan dan kemantapan aqidah, seorang muslim akan menyerahkan segala perbuatannya kepada Allah sebagaimana firman-Nya yang artinya: "Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku, semua bagi Allah tuhan semesta alam" (QS. 6:162). Karena aqidah yang salim merupakan sesuatu yang amat penting, maka dalam awal da'wahnya kepada para sahabat di Mekkah, Rasulullah SAW mengutamakan pembinaan aqidah, iman dan tauhid. &lt;br /&gt;&lt;b&gt;2. Shahihul Ibadah (ibadah yang benar)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Shahihul ibadah merupakan salah satu perintah Rasulullah SAW yang penting. Dalam satu haditsnya, beliau bersabda: "Shalatlah kamu sebagaimana melihat aku shalat". Dari ungkapan ini maka dapat disimpulkan bahwa dalam melaksanakan setiap peribadatan haruslah merujuk kepada sunnah Rasul SAW yang berarti tidak boleh ada unsur penambahan atau pengurangan. &lt;br /&gt;&lt;b&gt;3. Matinul Khuluq (akhlak yang kokoh)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Matinul khuluq merupakan sikap dan perilaku yang harus dimiliki oleh setiap muslim, baik dalam hubungannya kepada Allah maupun dengan makhluk-makhluk-Nya. Dengan akhlak yang mulia, manusia akan bahagia dalam hidupnya, baik di dunia apalagi di akhirat. Karena begitu penting memiliki akhlak yang mulia bagi umat manusia, maka Rasulullah SAW diutus untuk memperbaiki akhlak dan beliau sendiri telah mencontohkan kepada kita akhlaknya yang agung sehingga diabadikan oleh Allah SWT di dalam Al Qur'an. Allah berfirman yang artinya: "Dan sesungguhnya kamu benar-benar memiliki akhlak yang agung" (QS. 68:4). &lt;br /&gt;&lt;b&gt;4. Qowiyyul Jismi (kekuatan jasmani)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Qowiyyul jismi merupakan salah satu sisi pribadi muslim yang harus ada. Kekuatan jasmani berarti seorang muslim memiliki daya tahan tubuh sehingga dapat melaksanakan ajaran Islam secara optimal dengan fisiknya yang kuat. Shalat, puasa, zakat dan haji merupakan amalan di dalam Islam yang harus dilaksanakan dengan fisik yang sehat dan kuat. Apalagi berjihad di jalan Allah dan bentuk-bentuk perjuangan lainnya. &lt;br /&gt;Oleh karena itu, kesehatan jasmani harus mendapat perhatian seorang muslim dan pencegahan dari penyakit jauh lebih utama daripada pengobatan. Meskipun demikian, sakit tetap kita anggap sebagai sesuatu yang wajar bila hal itu kadang-kadang terjadi. Namun jangan sampai seorang muslim sakit-sakitan. Karena kekuatan jasmani juga termasuk hal yang penting, maka Rasulullah SAW bersabda yang artinya: "Mukmin yang kuat lebih aku cintai daripada mukmin yang lemah (HR. Muslim) &lt;br /&gt;&lt;b&gt;5. Mutsaqqoful Fikri (intelek dalam berfikir)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Mutsaqqoful fikri merupakan salah satu sisi pribadi muslim yang juga penting. Karena itu salah satu sifat Rasul adalah fatonah (cerdas). Al Qur'an juga banyak mengungkap ayat-ayat yang merangsang manusia untuk berfikir, misalnya firman Allah yang artinya: "Mereka bertanya kepadamu tentang khamar dan judi. Katakanlah: " pada keduanya itu terdapat dosa besar dan beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya". Dan mereka bertanya kepadamu apa yang mereka nafkahkan. Katakanlah: "Yang lebih dari keperluan". Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu supaya kamu berfikir" (QS 2:219) &lt;br /&gt;Di dalam Islam, tidak ada satupun perbuatan yang harus kita lakukan, kecuali harus dimulai dengan aktifitas berfikir. Karenanya seorang muslim harus memiliki wawasan keislaman dan keilmuan yang luas. &lt;br /&gt;Bisa dibayangkan, betapa bahayanya suatu perbuatan tanpa mendapatkan pertimbangan pemikiran secara matang terlebih dahulu. &lt;br /&gt;Oleh karena itu Allah mempertanyakan kepada kita tentang tingkatan intelektualitas seseorang, sebagaimana firman Allah yang artinya: Katakanlah: "samakah orang yang mengetahui dengan orang yang tidak mengetahui?"', sesungguhnya orang-orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran". (QS 39:9) &lt;br /&gt;&lt;b&gt;6. Mujahadatul Linafsihi (berjuang melawan hawa nafsu)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Mujahadatul linafsihi merupakan salah satu kepribadian yang harus ada pada diri seorang muslim karena setiap manusia memiliki kecenderungan pada yang baik dan yang buruk. Melaksanakan kecenderungan pada yang baik dan menghindari yang buruk amat menuntut adanya kesungguhan. Kesungguhan itu akan ada manakala seseorang berjuang dalam melawan hawa nafsu. Hawa nafsu yang ada pada setiap diri manusia harus diupayakan tunduk pada ajaran Islam. Rasulullah SAW bersabda yang artinya: "Tidak beriman seseorang dari kamu sehingga ia menjadikan hawa nafsunya mengikuti apa yang aku bawa (ajaran Islam)" (HR. Hakim) &lt;br /&gt;&lt;b&gt;7. Harishun Ala Waqtihi (pandai menjaga waktu)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Harishun ala waqtihi merupakan faktor penting bagi manusia. Hal ini karena waktu mendapat perhatian yang begitu besar dari Allah dan Rasul-Nya. Allah SWT banyak bersumpah di dalam Al Qur'an dengan menyebut nama waktu seperti wal fajri, wad dhuha, wal asri, wallaili dan seterusnya. &lt;br /&gt;Allah SWT memberikan waktu kepada manusia dalam jumlah yang sama, yakni 24 jam sehari semalam. Dari waktu yang 24 jam itu, ada manusia yang beruntung dan tak sedikit manusia yang rugi. Karena itu tepat sebuah semboyan yang menyatakan: "Lebih baik kehilangan jam daripada kehilangan waktu". Waktu merupakan sesuatu yang cepat berlalu dan tidak akan pernah kembali lagi. &lt;br /&gt;Oleh karena itu setiap muslim amat dituntut untuk pandai mengelola waktunya dengan baik sehingga waktu berlalu dengan penggunaan yang efektif, tak ada yang sia-sia. Maka diantara yang disinggung oleh Nabi SAW adalah memanfaatkan momentum lima perkara sebelum datang lima perkara, yakni waktu hidup sebelum mati, sehat sebelum datang sakit, muda sebelum tua, senggang sebelum sibuk dan kaya sebelum miskin. &lt;br /&gt;&lt;b&gt;8. Munazhzhamun fi Syuunihi (teratur dalam suatu urusan)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Munazhzhaman fi syuunihi termasuk kepribadian seorang muslim yang ditekankan oleh Al Qur'an maupun sunnah. Oleh karena itu dalam hukum Islam, baik yang terkait dengan masalah ubudiyah maupun muamalah harus diselesaikan dan dilaksanakan dengan baik. Ketika suatu urusan ditangani secara bersama-sama, maka diharuskan bekerjasama dengan baik sehingga Allah menjadi cinta kepadanya. &lt;br /&gt;Dengan kata lain, suatu urusan mesti dikerjakan secara profesional. Apapun yang dikerjakan, profesionalisme selalu diperhatikan. Bersungguh-sungguh, bersemangat , berkorban, berkelanjutan dan berbasis ilmu pengetahuan merupakan hal-hal yang mesti mendapat perhatian serius dalam penunaian tugas-tugas. &lt;br /&gt;&lt;b&gt;9. Qodirun Alal Kasbi (memiliki kemampuan usaha sendiri/mandiri)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Qodirun alal kasbi merupakan ciri lain yang harus ada pada diri seorang muslim. Ini merupakan sesuatu yang amat diperlukan. Mempertahankan kebenaran dan berjuang menegakkannya baru bisa dilaksanakan manakala seseorang memiliki kemandirian terutama dari segi ekonomi. Tak sedikit seseorang mengorbankan prinsip yang telah dianutnya karena tidak memiliki kemandirian dari segi ekonomi. Karena pribadi muslim tidaklah mesti miskin, seorang muslim boleh saja kaya bahkan memang harus kaya agar dia bisa menunaikan ibadah haji dan umroh, zakat, infaq, shadaqah dan mempersiapkan masa depan yang baik. Oleh karena itu perintah mencari nafkah amat banyak di dalam Al Qur'an maupun hadits dan hal itu memiliki keutamaan yang sangat tinggi. &lt;br /&gt;Dalam kaitan menciptakan kemandirian inilah seorang muslim amat dituntut memiliki keahlian apa saja yang baik. Keahliannya itu menjadi sebab baginya mendapat rizki dari Allah SWT. Rezeki yang telah Allah sediakan harus diambil dan untuk mengambilnya diperlukan skill atau ketrampilan. &lt;br /&gt;&lt;b&gt;10. Nafi'un Lighoirihi (bermanfaat bagi orang lain)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Nafi'un lighoirihi merupakan sebuah tuntutan kepada setiap muslim. Manfaat yang dimaksud tentu saja manfaat yang baik sehingga dimanapun dia berada, orang disekitarnya merasakan keberadaan. Jangan sampai keberadaan seorang muslim tidak menggenapkan dan ketiadaannya tidak mengganjilkan. &lt;br /&gt;Ini berarti setiap muslim itu harus selalu berfikir, mempersiapkan dirinya dan berupaya semaksimal untuk bisa bermanfaat dan mengambil peran yang baik dalam masyarakatnya. Dalam kaitan ini, Rasulullah SAW bersabda yang artinya: "Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain" (HR. Qudhy dari Jabir). &lt;br /&gt;Demikian secara umum profil seorang muslim yang disebutkan&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5762598333584459893-7954380313902030560?l=ikhwahcreative.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5762598333584459893/posts/default/7954380313902030560'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5762598333584459893/posts/default/7954380313902030560'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ikhwahcreative.blogspot.com/2011/03/sepuluh-karakter-atau-ciri-khas-yang.html' title='sepuluh karakter atau ciri khas yang mesti melekat pada pribadi muslim.'/><author><name>Syarifudin Ar-Rosyid</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11874039002798109399</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-sM-kIaGgISw/T0PX4GbkjsI/AAAAAAAAAFA/okil08acZo0/s220/30815_1308759885781_1434109478_30719483_380216_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-rcvhaNEOyhg/TXeBjmQg79I/AAAAAAAAAEY/s6CqCCbIi60/s72-c/hasan12.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5762598333584459893.post-3738602064572832544</id><published>2011-02-11T17:38:00.002+07:00</published><updated>2012-02-22T01:40:32.687+07:00</updated><title type='text'>Wajah Lelaki Akherat</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-UADCuuzxl_c/T0PkSg0n0EI/AAAAAAAAAGU/v9SvxfI1AHE/s1600/62292_ismail_haniya.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-UADCuuzxl_c/T0PkSg0n0EI/AAAAAAAAAGU/v9SvxfI1AHE/s320/62292_ismail_haniya.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5711659759135346754" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Brigade al-Qassam sangat ditakuti israel. Tak mudah memang menjadi anggota brigade ini, benar-benar mujahid pilihan. Tangguh, skill tempur yang tinggi, mental membaja, tekad yang kuat, dan semangat jihad yang senantiasa menggelora, bergemuruh di jiwa mereka, tak pernah padam, dilandasi keimanan yang kokoh dan keikhlasan dalam berjuang. Jika belum hafizh al-Qur’an (30 juz), tak bisa masuk dalam pasukan elit ini. Wajar jika israel gentar nyalinya, meski dipersenjatai dengan tank baja, senjata mutakhir dan pesawat tempur canggih pasokan amerika serikat. Tentara langit tentu berbeda dengan tentara bumi. Lelaki akhirat pasti berbeda dengan lelaki bumi. Prajurit fikroh dan aqidah pasti berbeda dengan prajurit dengan ambisi duniawi dan polutannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu ketika seorang ikhwah diizinkan masuk ke terowongan bawah tanah milik Hamas. Disitu ia bertemu dengan satu katibah al-Qassam. Semua memakai penutup wajah, sehingga ikhwah ini tak bisa melihat wajah dan tak kenal siapa lelaki-lelaki akhirat ini. Berkali-kali ia membujuk agar diizinkan melihat wajah pasukan khusus ini, tak seorangpun yang membukanya. Melihat keinginan kuatnya, akhirnya satu persatu mujahid membuka penutup wajahnya, semuanya, kecuali satu orang. Ikhwah ini kembali membujuk, hingga menyebut nama Allah, barulah ia mau menampakkan wajahnya. Betapa terkejutnya ikhwah ini, termasuk sebagian mujahidin al-Qassam, karena lelaki terakhir yang membuka penutup wajah itu, yang tak ingin orang-orang mengenalnya, yang sering terjun langsung berjihad melalui terowongan bawah tanah itu, yang menggentarkan tentara israel la’natullah, ternyata adalah orang nomor satu di Pemerintahan Palestina, pejabat tertinggi negara, perdana menteri, Ustadz Ismail Hanniyah. Allaahu Akbar…Allaahu Akbar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikhwah fillah,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya banyak kisah menakjubkan dari mujahid-mujahid ikhwan yang patut menjadi contoh dan penumbuh semangat kita untuk bergerak di jalan dakwah ini. Beliau yang di satu sisi berpenampilan rapi, berjas berdasi, memimpin rapat-rapat kenegaraan bersama menteri-menteri, menerima tamu-tamu negara, tapi di saat lain ia al-hafizh berada di dalam terowongan bersama lelaki-lelaki akhirat, ia adalah anggota brigade super khusus yang siap menggempur israel la’natullah. Begitu sulit merangkai kata menjelaskannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikhwah fillah,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara kita disini merangkai amal demi amal, berharap dengan amal yang sedikit ini mampu membuat kita dipilih oleh Allah menjadi lelaki dan wanita akhirat, lelaki dan wanita surga. Maka kita malu jika lalai dalam ibadah, malu jika lalai menghadiri usroh dan liqo-liqo apapun termasuk atas keterlambatan hadir, malu jika amanah dakwah tidak sempurna kita tunaikan, malu jika tidak memiliki semangat dalam dakwah ini, malu untuk menyusun kata atas seringnya udzur, malu jika masih memiliki prasangka negatif kepada ikhwah, qiyadah dan jamaah ini, malu jika kita masih memiliki lintasan harapan keduniaaan dalam dakwah ini, berupa ambisi jabatan, popularitas, maupun kepentingan-kepentingan pribadi. Lindungi kami ya Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikhwah fillah, yakinilah bahwa setiap apapun yang kita lakukan untuk dakwah ini, perjalanan kita menghadiri liqo, ataupun rapat, aksi, silaturahim, maupun program dakwah lainnya, pasti dicatat oleh Allah SWT. Bahkan atsar atau bekas-bekas amal yang kita tinggalkan pun akan dikumpulkan Allah dalam Kitab-Nya. Ilmu dan nasihat yang kita sampaikan dalam halaqoh, ide-ide hasanah yang kita sampaikan dalam rapat-rapat…semua amal dan bekas-bekasnya itu, akan dikumpulkan lagi oleh Allah SWT. Allaahu Akbar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya Kami menghidupkan orang-orang yang telah mati dan Kami mencatat apa-apa yang telah mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka tinggalkan. Dan segala sesuatu Kami kumpulkan dalam Kitab yang nyata (QS Yasin:12)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu ikhwah fillah, berikan yang terbaik dalam setiap amal kita, berikan yang terbaik dalam setiap liqo’ kita, landasi setiap amal dan pembicaraan dengan keikhlashan, pasti Allah mencatat itu semua.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5762598333584459893-3738602064572832544?l=ikhwahcreative.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5762598333584459893/posts/default/3738602064572832544'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5762598333584459893/posts/default/3738602064572832544'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ikhwahcreative.blogspot.com/2011/02/wajah-lelaki-akherat.html' title='Wajah Lelaki Akherat'/><author><name>Syarifudin Ar-Rosyid</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11874039002798109399</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-sM-kIaGgISw/T0PX4GbkjsI/AAAAAAAAAFA/okil08acZo0/s220/30815_1308759885781_1434109478_30719483_380216_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-UADCuuzxl_c/T0PkSg0n0EI/AAAAAAAAAGU/v9SvxfI1AHE/s72-c/62292_ismail_haniya.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5762598333584459893.post-4654598797962312139</id><published>2010-05-24T17:27:00.001+07:00</published><updated>2012-02-22T01:47:17.579+07:00</updated><title type='text'>Aku memutuskan untuk mencintainya</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-HycMKI4bAQo/T0Pmc2sR-qI/AAAAAAAAAGg/BINhYLfwSUQ/s1600/love_heart_with_candle-other.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 213px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-HycMKI4bAQo/T0Pmc2sR-qI/AAAAAAAAAGg/BINhYLfwSUQ/s320/love_heart_with_candle-other.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5711662135827888802" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kulitnya hitam. Wajahnya jelek. Usianya tua. Waktu pertama kali masuk ke rumah wanita itu, hampir saja ia percaya kalau ia berada di rumah hantu. Lelaki kaya dan tampan ia sejenak ragu kembali. Sanggupkah ia menjalani keputusannya? Tapi ia segera kembali pada tekadnya. Ia sudah memutuskan untuk menikahi dan mencintai perempuan itu. Apa pun resikonya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu saat perempuan itu berkata, “ini emas-emasku yang sudah lama kutabung, pakailah untuk mencari wanita idamanmu, aku hanya membutuhkan status bahwa aku pernah menikah dan menjadi seorang istri.” Tetapi lelaki itu malah menjawab, “Aku sudah memutuskan untuk mencintaimu. Aku takkan menikah lagi.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua orang terheran-heran. Keluarga itu tetap utuh sepanjang hidup mereka. Bahkan mereka kemudian dikaruniai anak-anak dengan kecantikan dan ketampanan yang luar biasa. Bertahun-tahun kemudian orang-orang menanyakan rahasia ini padanya. Lelaki itu menjawab enteng, “Aku memutuskan untuk mencintainya. Aku berusaha melakukan yang terbaik. Tapi perempuan itu melakukan semua kebaikan yang bisa ia lakukan untukku. Sampai aku bahkan tak pernah merasakan kulit hitam dan wajah jeleknya dalam kesadaranku. Yang ku rasakan adalah kenyamanan jiwa yang melupakan aku pada fisik.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah cinta yang terurai jadi laku. Ukuran interigasi cinta adalah ketika ia bersemi dalam hati... terkembang dalam kata... terurai dalam laku... kalau hanya berhenti dalam hati, itu cinta yang lemah dan tidak berdaya. Kalau hanya berhenti dalam kata, itu cinta yang disertai kepalsuan dan tidak nyata... Kalau cinta sudah terurai jadi laku, cinta itu sempurna seperti pohon; akarnya terhujam dalam hati, batangnya tegak dalam kata, buahnya menjumbai dalam laku. Persis seperti iman, terpatri dalam hati, terucap dalam lisan, dan dibuktikan oleh amal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semakin dalam kita merenungi makna cinta, semakin kita temukan fakta besar ini, bahwa cinta hanya kuat ketika ia datang dari pribadi yang kuat, bahwa integritas cinta hanya mungkin lahir dari pribadi yang juga punya integritas. Karena cinta adalah keinginan baik kepada orang yang kita cintai yang harus menampak setiap saat sepanjang kebersamaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rahasia dari sebuah hubungan yang sukses bertahan dalam waktu lama adalah pembuktian cinta terus menerus. Yang dilakukan para pecinta sejati disini adalah memberi tanpa henti. Hubungan bertahan lama bukan karena perasaan cinta yang bersemi dalam hati, tapi karena kebaikan tanpa henti yang dilahirkan oleh perasaan cinta itu. Seperti lelaki itu, yang terus membahagiakan istrinya, begitu ia memutuskan untuk mencintainya. Dan istrinya, yang terus menerus melahirkan kebajikan dari cinta tanpa henti. Cinta yang tidak terurai jadi laku adalah jawaban atas angka-angka perceraian yang semakin menganga lebar dalam masyarakat kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak mudah memang menemukan cinta yang ini, tapi harus begitulah cinta, seperti kata Imam Syafii,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau sudah ada cinta disisimu&lt;br /&gt;Semua kan jadi enteng&lt;br /&gt;Dan semua yang ada diatas tanah&lt;br /&gt;Hanyalah tanah jua&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anis Matta&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5762598333584459893-4654598797962312139?l=ikhwahcreative.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5762598333584459893/posts/default/4654598797962312139'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5762598333584459893/posts/default/4654598797962312139'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ikhwahcreative.blogspot.com/2010/05/aku-memutuskan-untuk-mencintainya.html' title='Aku memutuskan untuk mencintainya'/><author><name>Syarifudin Ar-Rosyid</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11874039002798109399</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-sM-kIaGgISw/T0PX4GbkjsI/AAAAAAAAAFA/okil08acZo0/s220/30815_1308759885781_1434109478_30719483_380216_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-HycMKI4bAQo/T0Pmc2sR-qI/AAAAAAAAAGg/BINhYLfwSUQ/s72-c/love_heart_with_candle-other.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5762598333584459893.post-7701007988412372272</id><published>2010-04-16T01:01:00.000+07:00</published><updated>2010-04-16T01:17:58.746+07:00</updated><title type='text'>Aku Ingin Berjuang</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_F2__egBIoXc/S8dXI4Ue0DI/AAAAAAAAAD0/MyMO7zCIAoQ/s1600/e.JPG"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 312px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_F2__egBIoXc/S8dXI4Ue0DI/AAAAAAAAAD0/MyMO7zCIAoQ/s320/e.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5460428883278876722" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Seorang pemuda belia dari kabilah Aslam sedang termenung sendirian agaknya dia sedang sibuk memikirkan sesuatu yang membebani hatinya. Pemuda itu bertubuh kuat, gagah, penuh gairah untuk menghadapi masa depan yang penuh berbagai tantangan. Badanya tegap dan kuat, sanggup untuk dihadapkan pada perjuangan seperti yang sedang dilakukan oleh yang lain, jihad fisabilillah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adakah jalan yang lebih afdol dan lebih mulia dari jihad fisabilillah..? Rasa-rasanya tak ada. Sebab itulah satu-satunya jalan jika memang benar-benar telah menjadi tujuan dan niat suci untuk mencari restu dn ridho Allah SWT. "Demi Allah, inilah satu kesempatan yang sangat baik", kata hati pemuda itu. Yah,.....sebab disana, serombongan kaum muslimin sedang bersiap menuju juang jihad fisabilillah. Sebagian sudah berangkat, sebagian lagi baru datang, dan akan segera berangkat. Semuanya menampakan wajah yang senang, pasrah, dan tenang dengan satu iman yang mendalam. Wajah-wajah mereka membayangkan suatu keyakinan penuh, bahwa sebelum ajal berpantang mati. Maut akan menimpa diman pun kita berada. yakin bahwa umur itu satu. Kapan kan sampai batasnya, hanya Allah yang maha tahu. Bagaimana sebab dan kejadianya, takdir Allah lah yang menentukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maut, adalah sesuatu yang tak dapat dihindari manusia. Dia pasti datang menjemput manusia. Entah disaat manusia sedang duduk, diam di rumah, atau mungkin berada dalam perlindungan benteng yang kokoh, mungkin pula sedang bersembunyi ditempat persembunyiannya, di gua yang gelap, di jalan raya yang ramai, ataukah di medan peperangan. Bahkan bukan mustahil maut akan menjemput kala manusia sedang tidur, di atas temapt tidurnya. Semua itu hanya Allah lah yang berkuasa, dan berkehendak atasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menunggu kedatangan maut memang masa-masa yang paling mendebarkan jiwa. Betapa tidak? Hanya sendirilah yang dapat dibawa menghadap penguasa yang Esa kelak. Medan juang fisabillah tersedia bagi mereka yang kuat. Penuh keberanian dan keikhlasan mencari ridho Allah semata. Mereka yang berjiwa suci ditengah-tengah tubuh yang perkasa. Angan-angan ikhlas yang disertai hati yang bersih. Memang, saat itu keberanian telah menjiwai setiap kalbu kaum muslimin. Panggilan dan dengungan untuk jihad fisabilillah merupakan angan-angan dan tujuan harapan mereka. Mereka yakin, dibalik hiruk-pikuknya peperangan Allah telah menjanjikan imbalan yang setimpal baginya. Selain dengan itu dia dapat membersihkan jiwanya dari berbagi noda. Baik itu berupa noda-noda aqidah, niat-niat jahat, berbagi dosa perbuatan ataupun kekotoran muamalah yang lain. Pengorbanan mereka yang mulia itu menunjukan kepribadian yang baik dan luhur. Semua sesuai dengan ajaran agama yang murni. Pantas menjadi contoh dan teladan, bahkan sebagai mercu suar yang menerangi dunia dan isi alam semesta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah renungan hati pemuda Aslam yang gagah itu. Sepenuh hati dia berkata seolah kepada diri sendiri. "Harus ! harus dan mesti aku berbut sesuatu. Jangan kemiskinan dan kefakiran ini menjadi hamabtan dan penghalang mencapai tujuanku."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mantap, penuh keyakinan dan semangat yang tinggi pemuda tersebut ini menggabungkan diri dengan pasukan kaum muslimin. Usia pemuda itu memang masih belia, namun cara berfikir dan jiwanya cukup matang, kemauanya keras, ketangksan dan kelincahan menjadi jaminan kegesitanya di medan juang. Namun mengapa pemuda yang begitu bersemangat itu tak dapat ikut serta dalam barisan pejuan? Seababnya hanya satu. Dia tidak mempunyai bekal dan senjata apa-apa yang dapat dipakainya untuk berperang karena kemiskinan dan kefakiranya. Sebab pikirnya, tidak mungkin untuk terjuan ke medan perjuangan tanpa senjata apapun. Tanpa senjata dia tidak mampu melakukan apapun. Bahkan dia tidak akan berfungsi apa-apa. Mungkin untuk menyelamatkan diri saja, dia tidak mampu. Inilah yang menjadikan pemuda itu berfikir panjang lebar. Otaknya bekerja keras agar hasratnya yang besar berjuang dapat tercapai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah tidak juga dicapainya pemecahan, dia pergi menghadap Rasulullah SAW. Diceritakan semua keadaan dan penderitaan serta keinginannya yang besar. Dia memang miskin, fakir dan menderita, namun dia tidk mengharapkan apa-apa dari keikutsertaanya berjaung. Dikatakanya kepada Rasulullah SAW, bahwa dia tidak meminta berbagai pendekatan duniawi kepada Rasulullah; Dia hanya menginginkan bagaimana caranya agar dia dapat masuk barisan pejuang fisabilillah. Mendengar hal demikian, Rasulullah bertanya, setelah dengan cermat meneliti dan memandang pemuda tersebut: "Hai pemuda, sebenarnya apa yang engkau katakan itu dan apa pula yang engkau harapkan?".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya ingin berjuang, ya Rasulullah!" jawab pemuda itu. "Lalu apa yang menghalangimu untuk melakukan itu", tanya Rasulullah SAW kemudian. "Saya tidk mempunyai perbekalan apa-apa untuk persiapan perjaungan itu ya Rasulullah", jawab pemuda tersebut terus terang. Alangkah tercengangnya Rasulullah mendengar jawaban itu. Cermat diawasinya wajah pemuda tersebut. Wajah yang berseri-seri, tanpa ragu dan penuh keberanian menghadap maut, sementara disana banyak kaum munafikin yang hatinya takut dan gentar apabila terdengar panggilan seruan untuk berjaung jihad fisabilillah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demi Allah! jauh benar perbedaan pemuda itu dengan para munafiqin di sana. Kaum munafiqin yang dihinggapi rasa rendah diri, selalu mementingkan diri-sendiri. Mereka tidak suka dan tidak mau memikul beban dan tanggung jawab demi kebenaran yang hakiki. Kaum yang tidak senang hidup dalam alam kedamaian dan ketentraman dlam ajaran agama yang benar. Mereka lebih suka berada dalam hidup dan suasana kegelapan dan kekalutan. Ibarat kuman-kuman kotor, yang hidupnya hanya untuk mengacau dan menghancurkan apa saja. Celakalah mereka yang besar dan tegap badan serta tubuhnya namun licik dan kerdil pikiran serta hatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebanggaanlah bagimu yang tepat hai pemuda! semogalah Allah banyak menciptakan manusia-manusia sepertimu. Yang dapat menjadi generasi penerusmu. Yang akan menjunjung tinggi kemulyaan Islam, budi pekerti yang mulia menuju alam yang bahagia sejahtera lahir batin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benar, kaum muslimin sangat memrlukan jiwa yang demikian. Jiwa yang besar penuh keyakinan, dan juga keberanian yang mantap. Sepantasnya pemuda seperti dari kabilah Aslam itu mendapat segala keperluan serta keinginanya untuk melaksanakan hasrat cita-cita keinginan itu. Rasulullah SAW akhirnya berkata kepada pemuda Aslam tersebut: "Pergilah engkau kepada si Fulan! Dia yang sebenarnya sudah siap lengkap dengan perlatan berperang tapi tidak jadi berangkat karena sakit. Nah pergilah kepadanya dan mintalah perlengkapan yang ada padanya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemuda itu pun bergegas menemui orang yang ditunjukan Rasulullah SAW tadi. Katanya kepada si Fulan: "Rasulullah SAW menyampaikan salam padamu juga pesan. Beliau berpesan agar perlengkapan perang yang engkau miliki yang tidak jadi engkau pakai pergi berperang agar diserahkan kepadaku." Orang yang tidak jadi berperang itu penuh hormat menjalankan perintah Rasulullah SAW sambil mengucapkan: "Selamat datang wahai utusan Rasulullah! Saya hormati dan taati segala perintah Rasulullah SAW."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segera dia menyuruh istrinya untuk mengambil pakaian dan peralatan perang yang tidak jadi dipakainya. Diserahkan semua itu pada pemuda kabilah Aslam. Sambil mengucapkan terima kasih pemuda tersebut menerima perlengkapan itu. Sebelum dia berangkat dan meninggalkan rumah itu, pemuda tersebut sempat berucap: "Terima kasih sebesar-besarnya. Anda telah menghilangkan seluruh duka dan keputusasaanku. Bagimu pahala Allah yang besar tiada taranya. Terima kasih.........Terima kasih."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemuda suku Aslam itu kemudian keluar dengan riang. Wajahnya bersinar gembira. Dengan berlari-lari dia meningalkan rumah orang yang tidak jadi berperang itu. Di tengah jalan pemuda tersebut bertemu dengan salah satu temanya yang keheranan dan bengong. Tanyanya: "Hai, hendak kemana engkau?", "Aku akan menuju janntul firdaus yang selebar langit dan bumi", jawab pemuda itu dengan singkat dan tepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Help file produced by WebTwin (www.webtwin.com) HTML-&gt;WinHelp converter. This text does not appear in the registered version.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5762598333584459893-7701007988412372272?l=ikhwahcreative.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5762598333584459893/posts/default/7701007988412372272'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5762598333584459893/posts/default/7701007988412372272'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ikhwahcreative.blogspot.com/2010/04/aku-ingin-berjuang.html' title='Aku Ingin Berjuang'/><author><name>Syarifudin Ar-Rosyid</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11874039002798109399</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-sM-kIaGgISw/T0PX4GbkjsI/AAAAAAAAAFA/okil08acZo0/s220/30815_1308759885781_1434109478_30719483_380216_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_F2__egBIoXc/S8dXI4Ue0DI/AAAAAAAAAD0/MyMO7zCIAoQ/s72-c/e.JPG' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5762598333584459893.post-2754055298149515411</id><published>2009-12-31T20:34:00.001+07:00</published><updated>2012-02-22T02:03:02.460+07:00</updated><title type='text'>2010 aku ingin...</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-Y-vJ3QP8E04/T0PqTWKNadI/AAAAAAAAAHE/ipbTWyfNUA8/s1600/langkah-imil.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 311px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-Y-vJ3QP8E04/T0PqTWKNadI/AAAAAAAAAHE/ipbTWyfNUA8/s320/langkah-imil.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5711666370522737106" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Hari demi hari telah ku lalu, canda tawa dan air mata telah ku nikmati ditahun 2009, banyak kenangan yang ku dapatkan ditahun ini, kenangan itu akan selalu ku ukir didalam sejarah kehidupanku, aku sangat bersyukur sekali karena target-targetku ditahun ini telah banyak yang ku raih, harapanku ditahun  yang akan datang semoga lebih baik dari tahun ini.&lt;br /&gt;Diakhir tahun ini aku ingin berpesan kepada sahabat-sahabatku semua, bawha dalam hidup ini pastilah setiap manusia akan mempunya kesalahan, kesalahan sekecil apapun bila dilakukan secara terus menerus maka kesalahan kecil itu akan berubah menjadi dosa yang besar, ibarat sebuah daun ketika daun-daun berguguran terlalu banyak maka daun itu akan menjadi sampah yang akan menjadikan pengganggu pada manusia, begitulah hati kita bila melakukan suatu kesalahan, setiap dosa kecil yang kita lakukan maka akan menjadi titik hitam yang akan menutupi hati kita, bila titik hitam itu menutupi  hati kita maka hati kita akan sulit menerima kebenaran, dan disaat itulah kerugian akan menimpa kita, karena setiap kebanaran yang datang pada kita akan tertolak oleh hati, sehingga bisa menyebabkan penghalang datangnya hidayah dari Allah..&lt;br /&gt;Sahabatku, mari ditahun depan kita benahi hidup kita, mari kita tingkatkan ibadah kita dan  mari kita tumbuhkan kembali semangat kita untuk berdakwah…&lt;br /&gt;Satu tahun ini telah banyak waktuku terbuang sia-sia, maka ditahun mendatang akan ku jadikan sebagai pengganti terhadap kebaikan-kebaikan yang tertunda itu yang disebabkan oleh kekhilafan.&lt;br /&gt;Aku ingin berubah, aku ingin menjadi menjadi lebih baik, aku ingin menjadi mukmin yang sejati.&lt;br /&gt;Akan ku tebar manfaat bagi orang-orang yang ada disekitarku, akan ku jadikan dakwah sebagai jalanku, akan ku jadikan Al-Qur’an sebagai teman dalam setiap langkahku..&lt;br /&gt;Ya Allah aku ingin Berubah menjadi lebih baik.…&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5762598333584459893-2754055298149515411?l=ikhwahcreative.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5762598333584459893/posts/default/2754055298149515411'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5762598333584459893/posts/default/2754055298149515411'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ikhwahcreative.blogspot.com/2009/12/2010-aku-ingin.html' title='2010 aku ingin...'/><author><name>Syarifudin Ar-Rosyid</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11874039002798109399</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-sM-kIaGgISw/T0PX4GbkjsI/AAAAAAAAAFA/okil08acZo0/s220/30815_1308759885781_1434109478_30719483_380216_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-Y-vJ3QP8E04/T0PqTWKNadI/AAAAAAAAAHE/ipbTWyfNUA8/s72-c/langkah-imil.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5762598333584459893.post-2964177059628421269</id><published>2009-12-08T21:35:00.002+07:00</published><updated>2012-02-22T01:52:48.415+07:00</updated><title type='text'>Niatkan Tahun Depan Untuk BerQurban</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-iQE117fXqlQ/T0Pn7pgjN0I/AAAAAAAAAGs/dSq0wpC60g8/s1600/shaun-the-sheep-kartun-kambing%2Bcopy.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 185px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-iQE117fXqlQ/T0Pn7pgjN0I/AAAAAAAAAGs/dSq0wpC60g8/s320/shaun-the-sheep-kartun-kambing%2Bcopy.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5711663764376598338" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sering kali dalam hidup ini kita lupa akan tujuan kita diciptakan untuk hidup, kita sering menyia-nyiakan waktu yang ada hanya untuk mengejar kesenangan dunia,akibatnya penyesalanlah yang akan kita dapat diakherat nanti.&lt;br /&gt;Saya masih ingat tentang kisah yang diceritakan oleh murobbi saya tentang seorang tukang kebun dipondok as-salam solo, dikisahkan ada seorang petugas kebersihan ( clening servis ) yang mempunyai azam ( keinginan ) untuk melakukan ibadah Qurban setiap tahunnya, sungguh luar biasa metode yang digunakan oleh tukang kebun ini, dalam sebulan tukang kebun ini selalu menyisihkan uang 50.000 dari gajinya untuk digunakan sebagai tabungan qurban, dan hasilnya subahanallah setiap tahun tukang kebun ini bisa  melakukan ibadah qurban, tentunya hal ini bisa menjadi motivasi buat kita untuk melakukan ibadah qurban tahun depan, coba bayangkan kalau seorang tukang kebun aja bisa kenapa kita tidak? Cobalah sahabat2ku semua tekatkan dalam hati bahwa tahun depan kita musti melakukan ibadah qurban.OK&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5762598333584459893-2964177059628421269?l=ikhwahcreative.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5762598333584459893/posts/default/2964177059628421269'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5762598333584459893/posts/default/2964177059628421269'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ikhwahcreative.blogspot.com/2009/12/niatkan-tahun-depan-untuk-berqurban.html' title='Niatkan Tahun Depan Untuk BerQurban'/><author><name>Syarifudin Ar-Rosyid</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11874039002798109399</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-sM-kIaGgISw/T0PX4GbkjsI/AAAAAAAAAFA/okil08acZo0/s220/30815_1308759885781_1434109478_30719483_380216_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-iQE117fXqlQ/T0Pn7pgjN0I/AAAAAAAAAGs/dSq0wpC60g8/s72-c/shaun-the-sheep-kartun-kambing%2Bcopy.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5762598333584459893.post-4266141688770173799</id><published>2009-07-15T12:38:00.002+07:00</published><updated>2012-02-22T01:57:24.046+07:00</updated><title type='text'>ku rindukan kasih sayang</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-sp15bSd8FOA/T0PpDZMRR5I/AAAAAAAAAG4/mJtodVacqTA/s1600/jalan-kembali2.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 174px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-sp15bSd8FOA/T0PpDZMRR5I/AAAAAAAAAG4/mJtodVacqTA/s320/jalan-kembali2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5711664996947150738" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;meta http-equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Casydin%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;link rel="themeData" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Casydin%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx"&gt;&lt;link rel="colorSchemeMapping" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Casydin%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:WordDocument&gt;   &lt;w:View&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:Zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:TrackMoves/&gt;   &lt;w:TrackFormatting/&gt;   &lt;w:PunctuationKerning/&gt;   &lt;w:ValidateAgainstSchemas/&gt;   &lt;w:SaveIfXMLInvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:IgnoreMixedContent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:DoNotPromoteQF/&gt;   &lt;w:LidThemeOther&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:LidThemeAsian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:LidThemeComplexScript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:Compatibility&gt;    &lt;w:BreakWrappedTables/&gt;    &lt;w:SnapToGridInCell/&gt;    &lt;w:WrapTextWithPunct/&gt;    &lt;w:UseAsianBreakRules/&gt;    &lt;w:DontGrowAutofit/&gt;    &lt;w:SplitPgBreakAndParaMark/&gt;    &lt;w:DontVertAlignCellWithSp/&gt;    &lt;w:DontBreakConstrainedForcedTables/&gt;    &lt;w:DontVertAlignInTxbx/&gt;    &lt;w:Word11KerningPairs/&gt;    &lt;w:CachedColBalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;m:mathPr&gt;    &lt;m:mathFont m:val="Cambria Math"/&gt;    &lt;m:brkBin m:val="before"/&gt;    &lt;m:brkBinSub m:val="--"/&gt;    &lt;m:smallFrac m:val="off"/&gt;    &lt;m:dispDef/&gt;    &lt;m:lMargin m:val="0"/&gt;    &lt;m:rMargin m:val="0"/&gt;    &lt;m:defJc m:val="centerGroup"/&gt;    &lt;m:wrapIndent m:val="1440"/&gt;    &lt;m:intLim m:val="subSup"/&gt;    &lt;m:naryLim m:val="undOvr"/&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:LatentStyles DefLockedState="false" DefUnhideWhenUsed="true"   DefSemiHidden="true" DefQFormat="false" DefPriority="99"   LatentStyleCount="267"&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="0" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Normal"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="heading 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 7"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 8"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 9"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 7"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 8"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 9"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="35" QFormat="true" Name="caption"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="10" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Title"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="1" Name="Default Paragraph Font"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="11" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtitle"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="22" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Strong"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="20" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Emphasis"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="59" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Table Grid"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Placeholder Text"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="1" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="No Spacing"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Revision"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="34" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="List Paragraph"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="29" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Quote"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="30" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Quote"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="19" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Emphasis"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="21" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Emphasis"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="31" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Reference"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="32" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Reference"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="33" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Book Title"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="37" Name="Bibliography"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" QFormat="true" Name="TOC Heading"/&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face  {font-family:"Cambria Math";  panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4;  mso-font-charset:1;  mso-generic-font-family:roman;  mso-font-format:other;  mso-font-pitch:variable;  mso-font-signature:0 0 0 0 0 0;} @font-face  {font-family:Calibri;  panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4;  mso-font-charset:0;  mso-generic-font-family:swiss;  mso-font-pitch:variable;  mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;} @font-face  {font-family:"Comic Sans MS";  panose-1:3 15 7 2 3 3 2 2 2 4;  mso-font-charset:0;  mso-generic-font-family:script;  mso-font-pitch:variable;  mso-font-signature:647 0 0 0 159 0;} @font-face  {font-family:"Edwardian Script ITC";  panose-1:3 3 3 2 4 7 7 13 8 4;  mso-font-charset:0;  mso-generic-font-family:script;  mso-font-pitch:variable;  mso-font-signature:3 0 0 0 1 0;} @font-face  {font-family:"Century Gothic";  panose-1:2 11 5 2 2 2 2 2 2 4;  mso-font-charset:0;  mso-generic-font-family:swiss;  mso-font-pitch:variable;  mso-font-signature:647 0 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal  {mso-style-unhide:no;  mso-style-qformat:yes;  mso-style-parent:"";  margin-top:0in;  margin-right:0in;  margin-bottom:10.0pt;  margin-left:0in;  line-height:115%;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:11.0pt;  font-family:"Calibri","sans-serif";  mso-ascii-font-family:Calibri;  mso-ascii-theme-font:minor-latin;  mso-fareast-font-family:Calibri;  mso-fareast-theme-font:minor-latin;  mso-hansi-font-family:Calibri;  mso-hansi-theme-font:minor-latin;  mso-bidi-font-family:"Times New Roman";  mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} .MsoChpDefault  {mso-style-type:export-only;  mso-default-props:yes;  mso-ascii-font-family:Calibri;  mso-ascii-theme-font:minor-latin;  mso-fareast-font-family:Calibri;  mso-fareast-theme-font:minor-latin;  mso-hansi-font-family:Calibri;  mso-hansi-theme-font:minor-latin;  mso-bidi-font-family:"Times New Roman";  mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} .MsoPapDefault  {mso-style-type:export-only;  margin-bottom:10.0pt;  line-height:115%;} @page Section1  {size:8.5in 11.0in;  margin:1.0in 1.0in 1.0in 1.0in;  mso-header-margin:.5in;  mso-footer-margin:.5in;  mso-paper-source:0;} div.Section1  {page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-priority:99;  mso-style-qformat:yes;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;  mso-para-margin-top:0in;  mso-para-margin-right:0in;  mso-para-margin-bottom:10.0pt;  mso-para-margin-left:0in;  line-height:115%;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:11.0pt;  font-family:"Calibri","sans-serif";  mso-ascii-font-family:Calibri;  mso-ascii-theme-font:minor-latin;  mso-fareast-font-family:"Times New Roman";  mso-fareast-theme-font:minor-fareast;  mso-hansi-font-family:Calibri;  mso-hansi-theme-font:minor-latin;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;Aku rindu masa kecilku&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;;"&gt;Hidupku selalu dihiasi dengan berjuta kenangan .&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;;"&gt;Aku masih ingat dulu ketika aku masih kecil, aku selalu hidup dalam kasih sayang orang tua dan orang-orang yang selalu menyayangiku, dulu aku merasa bahwa dunia ini adalah milikku, karena dimanapun aku berada maka disitulah orang-orang menyambutku dengan rasa penuh kebahagiaan dan kasih sayang, aku selalu dimanja dalam masa kanak-kanakku dahulu, hingga aku merasakan seakan dunia ini begitu indah karena dipenuhi dengan kasih sayang, namun ketika aku beranjak dewasa dan meninggalkan masa kanak-kanakku, aku baru merasakan betapa&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;jauhnya pebedaan kasih sayang yang ku alami, dulu orang-orang selalu menuruti semua kemauanku hingga apapun yang aku minta selalu mereka kabulkan, namun sekarang sangat sedikit orang yang mau mengerti kemauanku, dulu sewaktu aku kecil orang selalu mendengarkan ocehan manjaku, namun sekarang itu hanya tinggal kenangan yang selalu menghiasi hari-hariku karena sekarang sudah tidak ada teman lagi yang sudi mendengarkan curahan hatiku, sewaktu kecil dulu aku selalu ditemani oleh ibuku, beliau selalu menjagaku ketika aku tidur, beliau selalu memberikan dongeng sebagai pengantar tidurku, namun sekarang masa itu tidak aku rasakan ketika aku telah beranajak dewasa.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;;"&gt;Kini setelah aku dewasa, aku merasa sendirian padahal banyak orang yang disampingku, kini aku merasa bahwa hidup ini seakan tiada kasih sayang lagi karena tidak aku dapati kasih sayang seperti dulu lagi, aku rindu pada masa-masa kecilku dulu, aku rindu belaian dan dongeng ibu sebagai pengantar tidurku, aku rindu pada mainan-mainan kecilku, ingin sekali aku mengulang masa-masa kecilku, namun aku sadar bahwa itu tidak mungkin terjadi, karena sekarang aku sudah beranjak dewasa dan ini adalah masa dimana aku harus memulai mengukir sejarah kehidupanku didunia ini, demi masa depanku maka akan ku tinggalkan masa-masa laluku, demi keberhasilan hidupku akan aku tinggalkan mainan-mainan kecilku dulu, dan demi harapanku maka aku tidak akan mengharapkan kasih sayang orang lain lagi tapi akan aku bagikan kasih sayangku kepada semua orang, agar hidupku ini dipenuhi dengan kasih sayang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;;"&gt;sekarang aku hidup dalam pengharapan, aku berharap suatu saat nanti akan ada teman yang mau mengembalikan semua yang dulu pernah aku rasa dahulu, teman pendamping yang selalu mendengarkan curahan hatiku, teman yang selalu ada ketika aku membutuhkannya, teman yang selalu memberikan motivasi dalam hidupku, teman pendamping yang selalu menasehatiku dalam kebaikan dan kesabaran, aku yakin dia akan datang seiring dengan berjalannya waktu, karena aku yakin bahwa Allah selalu mendengarkan Doa-doaku dalam setiap sujudku. Aku yakin dia pasti datang…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 22pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Edwardian Script ITC&amp;quot;;"&gt;Untaian kata ini ku tulis sewaktu aku dalam kesendirian, dalam sunyinya malam yang dihiasi dengan beribu kerinduan pada masa-masa dalu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right; line-height: 150%;" align="right"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Century Gothic&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;masjid Abubakar as’sydiq 20 rajab 1430 H&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right; line-height: 150%;" align="right"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5762598333584459893-4266141688770173799?l=ikhwahcreative.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5762598333584459893/posts/default/4266141688770173799'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5762598333584459893/posts/default/4266141688770173799'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ikhwahcreative.blogspot.com/2009/07/ku-rindukan-kasih-sayang.html' title='ku rindukan kasih sayang'/><author><name>Syarifudin Ar-Rosyid</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11874039002798109399</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-sM-kIaGgISw/T0PX4GbkjsI/AAAAAAAAAFA/okil08acZo0/s220/30815_1308759885781_1434109478_30719483_380216_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-sp15bSd8FOA/T0PpDZMRR5I/AAAAAAAAAG4/mJtodVacqTA/s72-c/jalan-kembali2.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5762598333584459893.post-3897267534453715922</id><published>2009-07-01T14:08:00.000+07:00</published><updated>2009-07-01T14:41:03.248+07:00</updated><title type='text'>SALAM CINTA UNTUK PEDAGANG KRUPUK</title><content type='html'>&lt;p style="text-indent: 0.5in; line-height: 150%;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Ketika dalam suatu seminar saya ditanya oleh seorang motivator, kenapa anda bisa menjalani hidup dengan penuh semangat dan penuh optimisme, maka salah satu jawaban saya adalah karena saya punya keluarga dan saya punya seorang ayah, ya seorang ayah, dialah orang yang membuat saya bisa melangkah sejauh ini, saya adalah seorang mahasiswa disebuah sekolah tinggi ilmu informatika swasta disolo, tentu ketika saya berstatus sebagai seorang mahasiswa disebuah sekolah tinggi informatika banyak orang yang mengira karena bahwa saya adalah seorang anak dari keluarga yang kaya raya dan terpandang, namun dalam kenyaaannya saya adalah seorang anak dari seorang pedagang krupuk yang setiap hari harus bersusah payah menyelusuri jalan raya agar krupuk yang dibawanya bisa habis terjual, ya itulah profisi ayah saya sekarang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p style="line-height: 150%;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;Ayah saya bekerja disurabaya sebagai penjual krupuk semenjak saya masih kecil, walaupun beliau &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;adalah seorang pedagang krupuk asongan namun semangat beliau didalam mendidik anak-anaknya sangat luar biasa, beliau selalu berusaha agar anak-anaknya bisa mendapatkan pendidikan diperguruan tinggi supaya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;nantinya anak-anaknya bisa menjadi orang yang sukses.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p style="line-height: 150%;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;Ayah saya selalu menuruti kebutuhan anaknya, Dulu ketika saya masih sekolah di SMA, banyak temen-temen sebaya saya dari kalangan anak-anak orang kaya yang sudah dibelikan motor oleh orang tua mereka, ketika melihat hal itu, ayah saya berniat untuk membelikan motor buat saya tanpa terlebih dahulu memberi tahu kepada saya, hal ini dikarenakan beliau ingin memberikan kejutan buat saya, padahal saat itu harga motor sangatlah mahal, kalau dihitung-hitung penghasilan ayah saya selama satu tahun pun tidak akan bisa cukup digunakan untuk membeli motor, namun ayahku adalah seorang ayah yang tidak mudah putus asa, dia memberanikan diri untuk meminjam uang diBank agar anaknya ini bisa mengendarai motor seperti teman-temannya, sungguh tidak disangka dengan modal keberanian ayah untuk meminjam uang dibank akhirnya saya bisa mengendarai sepeda motor dengan merk Yamaha yang sampai sekarang selalu menemaniku didalam setiap langkah dakwahku ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p style="line-height: 150%;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;Suatu pagi sekitar ba’da subuh, ayahku pulang dari Surabaya, waktu itu suasana rumah masih sepi karena saya dan ibu saya masih sholat berjama’ah dimasjid, kebetulan rumah saya ada disamping masjid, jadi ketika waktu sholat tiba maka suara mudzin akan terdengar dengan jelas dan keras dirumah kami, jadi dengan segera kami pun biasanya langsung berbondong-bondong pergi kemasjid untuk melakukan shalat berjama’ah, ayah yang saat itu masih kecapkan karena habis pejalanan dari Surabaya –sragen dengan sabarnya menunggu diluar rumah karena pintu masuk sedang dikunci, setelah beberapa saat saya dan ibu pun pulang dari mesjid dan dengan senyuman yang sangat teduh ayah menyambut kami, kemudian kami sekeluarga pun masuk kedalam rumah dengan hati yang dipenuhi dengan kebahagiaan karena kami sekeluarga bisa berkumpul dan bercengkrama bersama-sama, selang beberapa saat kemudian ayah memanggil saya dan sambil memasukkan tangannya kedalam sakunya ayah menanyakan tentang pekembangan saya disekolah, karena waktu itu saya masih duduk dibangku kelas 3 SMA NEGERI 1 SUKODONO, beberapa saat kemudian ayah mengeluarkan tangannya dari sakunya, sungguh tidak disangka ternyata barang yang dikeluarkan oleh ayah saya dari sakunya adalah sebuah HP yang masih bagus, dengan senyuman yang penuh dengan kesejukan ayah mengulurkan tangannya yang saat itu sedang membawa sebuah HP kepada saya, sungguh ini seperti mimpi karena memang sudah lama saya menginginkan sebuah alat Bantu komunikasi seperti HP untuk memperlancar komunikasi saya dengan teman-teman dan para guru saya. Sambil menngulurkan tangan saya untuk menerima HP pemberian ayah tiba air mata ini tidak mengalir seakan membasahi wajah ini, kemudian dengan bijaknya ayah menceritakan bahwa HP yang diberikan kepada saya itu dulunya adalah milik seorang temannya yang ada disurabaya, pada saat itu temannya sedang mengalami kecelakaan, dan saat itu temannya sangat membutuhkan uang untuk biaya pengobatan dirumah sakit, maka dengan terpaksa teman ayah mejual salah satu HPnya, akan tetapi setiap orang yang ingin membeli HPnya selalu menawar dengan harga yang tidak semestinya yang mana harga penawarannya sangat jauh dari harga pasaran, setelah itu karena merasa kasihan ayah membeli HP milik temannya tersebut dengan harga Rp.350.000, padahal teman ayah tersebut hanya menjual HPnya dengan harga Rp. 300.000, ketika uang yang Rp.50.000 dikembalikan kepada ayah saya, beliau menolak dan beliau mengatakan bahwa uang yang 50.000 adalah uang bantuan dari ayah untuk biaya pengobatan temannya dan ayah juga mohon maaf kepada temannya dikarenakan hanya bisa memberikan bantuan sedikit dan tidak bisa lebih banyak lagi, sungguh mulia sekali hatimu ayah tanpa terasa air mata ini semakin deras mambasahi wajah ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p style="line-height: 150%;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;Hingga suatu hari ketika saya sudah duduk dibangku kuliah diperguruan tinggi ilmu computer, saya mendapatkan tugas dari kampus untuk membuat pemograman computer dirumah, sungguh saat itu saya tidak tau harus berbuat apa, karena saat itu adalah hari sabtu sedangkan waktu pengumpulan tugasnya paling lambat adalah hari senin, sungguh bingung sekali saya saat itu karena saat itu posisi saya ada dikampung dan dikampung tidak ada yang punya computer selain kakak sepupu saya dan juga laptop kelurahan yang dibawa oleh bapak lurah, melihat keadaan saya yang murung saat itu ibu saya menanyakan sebab dari kemurungan saya, kemudian saya ceritakan semua permasalahan saya kepada ibu saya dan dengan seksama ibu saya memperhatikan setiap perkataan saya, setelah ibu selesai mendengarkan keluhan saya, ibu hanya bisa berpesan agar saya harus selalu sabar, selang beberapa waktu kemudian ibu menceritakan keluhan saya kepada ayah, setelah mendengar cerita dari ibu tentang keluhan saya terhadap tugas-tugas kampus, ayah langsung bergegas ketempat budhe saya untuk meminjam laptop pada kakak sepupu saya, namun setelah sampai disana ternyata laptop kakak sepupu saya tidak dibawa dan masih ditinggal dikost-kosannya diKlaten, setelah itu ayah pergi ketempat bapak kepala desa untuk meminjam laptop, namun sampai disana ayah juga tidak juga mendapatkan laptop dikarenakan waktu itu laptopnya baru dipinjam oleh karyawan kantor kelurahan, sungguh saat itu ayah bersusah payah untuk bisa mendapatkan pinjaman laptop agar saya bisa mengerjakan tugas kampus dengan lancar, tapi sesampainya dirumah ayah tidak membawa apa-apa kecuali pakaian dan celana yang basah dikarenakan air hujan yang membasahi teseluruh tubuhnya, setelah itu ayah dengan perlahan mendekatiku dan menasehatiku agar saya tetap sabar dalam setiap menjalani kehidupan ini, kemudian setelah itu ayah menanyakan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tentang harga laptop kepada saya, dan dengan suara lirih saya menjawab “sekitar 6 jutaan pak”, mendengar jawabanku ayah menundukkan kepalanya sambil mengusap dahinya yang masih basah karena tetesan air hujan. Namun setelah itu ayah tersenyum dan berkata “sabar ya nak, yang penting kamu harus belajar dengan giat dan jangan memikirkan apa-apa kecuali belajar dengan giat”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p style="line-height: 150%;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;Sungguh tidak disangka setelah kejadian itu ayah memberanikan diri untuk meminjam uang pada juragannya, sebenarnya ayah ingin meminjam uang dibank tapi ayah masih mempunyai tanggungan hutang dibank jadi ayah tidak bisa mengajukan pembiayaan dibank lagi kecuali hutangnya harus dilunasi terlebih dahulu, akhirnya dengan penuh penghinaan ayah mendapatkan uang pinjaman dari juragannya sebesar 4 juta rupiah, setelah itu ayah menyuruh kakak sepupu saya untuk menelphon saya dan menyuruh saya pulang untuk mengambil uang buat membeli laptop disolo, ketika mendengar hal itu saya hampir tidak percaya dari mana ayah mendapatkan uang sebanyak itu padahal ayah saya hanya seorang pedagang krupuk asongan diwarung-warung yang setiap hari berkeliling dengan motor butut pemberian kakaknya yang sudah meninggal dunia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p style="line-height: 150%;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;Selang beberapa hari kemudian ketika saya mau pulang untuk mengambil uang tersebut, tiba-tiba ada seorang tetangga saya yang kebetulan bekerja disolo menemui saya dengan membawa sebuah amplop tebal yang berisi uang sebesar 6 juta rupiah, sungguh hal ini tidak terbayang didalam benakku dan memang tidak terpikirkan olehku, dulu ketika ayah bertanya tentang harga laptop, saya kira beliau hanya bercanda dan hanya sebuah hiasan kata untuk menghibur diri saya ketika sedang tebentur masalah dengan tugas kampus, akan tetapi hal itu ternyata bukan sekedar hiasan kata penghibur melainken sebuah realita yang terjadi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p style="line-height: 150%;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Dua minggu kemudian alhamdulillah saya sudah mendapatkan laptop yang masih baru, laptop itu saya beli ditoko computer milik teman saya didaerah solo, setelah saya mendapatkan laptop tersebut saya langsung pulang dan ingin memperlihatkannya kepada keluarga saya dikampung, sesampainya dikampung saya, banyak tetangga saya yang berkunjung kerumah saya untuk melihat laptop baru saya karena memang didesa saya adalah desa yang terpencil sehingga &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;ketika saya membawa laptop kerumah bayak yang takjub karena memang begitulah kondisi didesa saya yang belum tersentuh oleh perkembangan tehnologi terkini. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p style="line-height: 150%;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;Ketika malam ahad seperti biasanya dikampung saya ada pengajian rutin yang diadakan oleh RISMA ( remaja islam masid ), ketika itu teman-teman saya meminta saya untuk mengisi acara inti didalam forum remaja tersebut, karena kebetulan saya adalah mantan ketua RISMA angkatan 05/06 jadi mereka menganggap saya senior dalam RISMA tersebut, tapi tawaran mereka saya tolak karena ibu saya ingin berbincang-bincang dengan saya, soalnya saya jarang pulang kerumah jadi mungkin ibu ingin mengobati kerinduanya terhadap anaknya yang satu ini, malam itu ibu bercarita tentang kondisi sawah kami yang menjelang panen, kondisi warga didesa kami sampai perkembangan-perkembangan terkini didesa kami, saya pun juga bercerita pada ibu saya mengenai keadaan saya dikampus, mengenai keadaan dimasjid tempat tinggal saya ketika disolo karena saya disolo tinggal &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;dimasjid menjabat sebagai ta’mir masjid, selain itu saya juga bercerita tentang kondisi saya di Ma’had abu bakar UMS (universitas muhammadiyah surakrta ), karena selain saya belajar disekolah tinggi ilmu computer, saya juga kuliah dima’had abubakar UMS program biasiswa jurusan Tahfidz, ya ketika malam itu saya dan ibu saya saling bertukar pengalaman dan berbagi cerita, dan sebagai penutup dalam cerita itu ibu berkata kepada saya &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p style="line-height: 150%;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;" &gt;“nak hati-hati disana ya, kami semua disini selalu mengkhawatirkanmu, setiap malam ibu selalu bangun untuk shalat tahajud untuk mendoakanmu agar kamu nanti bisa menjadi orang yang sukses dan orang yang bermanfaat bagi lingkunganmu, nak kami semua sangat mendukung apapun keputusan yang engkau ambil karena kami semua sangat percaya kepadamu, ayah dan ibu akan berusaha untuk mencukupi semua yang engkau butuhkan karena itu adalah kewajiban kami sebagai orang tua, jadi kamu jangan memikirkan apa-apa, kamu konsentrasi saja dengan pelajaran dikampusmu maupun dima’had, ayah ibu mencari uang selama ini hanya untuk kamu dan adikmu, jadi jangan engkau kecewaan kami berdua, nak ingat bahwa laptop yang engkau bawa sekarang ini selain uang dari hasil hutang ayahmu kepada majikannya sebagian adalah hasil dari ayahmu menjual sepeda motor miliknya, karena dia ingin engkau menjadi orang yang sukses dan orang yang bermanfaat bagi orang lain, nak kami tidak mengharapkan apa-apa dari hasil kesuksesanmu kelak, karena &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;yang kami harapkan padamu sekarang sudah kami dapatkan, karena engkau adalah anak yang selalu nurut dan berbakti pada kami dan itulah harapan kami yang sudah kami dapatkan darimu, sekarang tunaikanlah harapan orang lain terhadapmu, nak didesa kita banyak orang-orang yang menganggur jadilah engkau harapan bagi mereka, sekolahlah yang rajin ya nak dan hati-hati disana, doa kami selalu menyertaimu”. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p style="line-height: 150%;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Mendengar ucapan ibu sebenarnya saya ingin menangis tapi saya coba untuk menahannya karena saya ingin kelihatan tegar dihadapan ibu saya, setelah kami selesai bercerita sayapun bergegas tidur, namun diri ini tak kuasa untuk menikmati indahnya peraduan mimpi dimalam hari, karena pikiran saya selalu terbayang-bayang dengan ucapan ibu saya, yah salah satunya adalah tindakan yang ayah lakukan dengan menjual motornya yang setiap hari dia gunakan untuk mencari rezki, yang setiap hari dia gunakan untuk memasarkan dagangan krupuknya disurabaya, semua itu beliau lakukan agar anaknya bisa mempunyai laptop sehingga kuliah saya bisa lancar.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p style="text-indent: 0.5in; line-height: 150%;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Ayah, aku rindu kepadamu, sudah berbulan-bulan kita tidak bersua, ingin sekali aku memelukmu erat untuk mengobati kerinduanku ini. ya Allah saya bersyukur bisa memiliki keluarga seperti mereka, saya bersyukur terhadap yang Engkau berikan kepada saya, Ya Allah berikanlah kebahagiaan kepada kedua orang tua saya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang selalu mengorbankan jiwa dan raganya hanya untuk masa depan anaknya, Ya Allah berikanlah saya kesempatan untuk membahagiakan mereka berdua sebagai tanda baktiku kepada mereka, kabulkanlah permintaanku Ya Allah….&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p style="text-align: right; line-height: 150%;" class="MsoNormal" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p style="text-align: right; line-height: 150%;" class="MsoNormal" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p style="text-align: right; line-height: 150%;" class="MsoNormal" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p style="text-align: right; line-height: 150%;" class="MsoNormal" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Untuk ayah, ibu dan adikku miftahul huda.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p style="text-align: center; line-height: 150%;" class="MsoNormal" align="center"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;aku rindu pada kalian semua, aku rindu ingin bertemu dengan kalian, aku rindu dengan belaian lembut kalian, aku rindu pada canda tawa kalian, aku rindu pada ketika bisa berjalan-jalan dengan kalian, aku rindu, sungguh aku rindu, kapan ya Allah kerinduan ini bisa terobati&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p style="text-align: right; line-height: 150%;" class="MsoNormal" align="right"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p style="text-align: center; line-height: 150%;" class="MsoNormal" align="center"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;"  lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p style="text-align: center; line-height: 150%;" class="MsoNormal" align="center"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;18 maret 2009&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;(inilah coretan pena sebagai penghibur hatiku dihari kelahiranku)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5762598333584459893-3897267534453715922?l=ikhwahcreative.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5762598333584459893/posts/default/3897267534453715922'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5762598333584459893/posts/default/3897267534453715922'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ikhwahcreative.blogspot.com/2009/07/salam-cinta-untuk-pedagang-krupuk.html' title='SALAM CINTA UNTUK PEDAGANG KRUPUK'/><author><name>Syarifudin Ar-Rosyid</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11874039002798109399</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-sM-kIaGgISw/T0PX4GbkjsI/AAAAAAAAAFA/okil08acZo0/s220/30815_1308759885781_1434109478_30719483_380216_n.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5762598333584459893.post-5357504765480927975</id><published>2009-05-27T14:25:00.000+07:00</published><updated>2009-05-27T14:27:40.989+07:00</updated><title type='text'>tumbuhkan cita-citamu</title><content type='html'>Kehidupan didunia ini seperti sebuah permainan dimana manusia sering kali terlena akan keindahan dunia yang disajikan pada mereka, padahal semua itu hanyalah tipu daya belaka yang akan membuat mereka terlena sehingga mereka lupa akan tujuan tuhan menciptakan mereka, padahal waktu akan terus berjalan dan tidak akan terulang kembali, hanya insan yang berimanlah yang akan sadar terhadap semua permaianan yang ada didunia ini, karena ia mempunyai cita-cita yang tinggi yang ingin dia raih dalam hidup ini.&lt;br /&gt;          Masih ingatkah kita ketika kita masih kecil dahulu, ibu dan bapak kita selalu menanyakan kepada kita tentang cita-cita kita nanti apabila kita sudah dewasa, banyak diantara kita yang dengan lantang menjawab ingin jadi insinyur, ada yang ingin jadi mentri, pilot , dokter bahkan ada yang ingin menjadi presidan, yah itulah harapan indah kita sewaktu kita masih kecil dahulu, namun seiring berjalannya waktu kenapa seakan-akan harapan dan cita-cita yang kita tanam sejak kecil itu mulai menghilang, bahkan sekarang pada saat kita sudah dewasa ketika kita ditanya tentang cita-cita kita banyak diantara kita yang menjawab dengan pesimisme, seakan-akan mereka sudah tidak mempunyai kepercayaan diri lagi terhadap cita-cita yang mereka tanamkan sejak kecil dahulu dalam mengarungi kehidupan ini, pernah suatu ketika ada beberapa mahasiswa ditanya dalam sebuah seminar tentang cita-cita mereka setelah lulus kuliah, banyak diantara mereka yang bercita-cita ingin menjadi karyawan dalam sebuah perusahaan, dan ada juga diantara mereka yang masih bingung mau jadi apa mereka nanti setelah selesai kuliah.&lt;br /&gt;          Sahabatku, inikah potret kehidupan kita saat ini, dimana banyak diantara kita yang sudah tidak mempunyai sifat optimisme dalam mengarungi kehidupan, padahal ayah dan ibu kita mengharapkan agar kita bisa menjadi orang yang sukses, apakah dengan kegagalan kita dalam menjalani kehidupan ini akan membuat mereka bangga? tentu tidak sahabatku, mereka ingin kita berhasil, mereka ingin kehidupan kita lebih layak dibandingkan mereka, jadi jangan sampai mereka kecewa dengan kegagalan kita, tapi buatlah mereka bangga dengan keberhasilan yang kita raih.&lt;br /&gt;Sahabatku, ingat hidup ini adalah sebuah berjuangan dimana ketika kita tidak mau berjuang dalam hidup ini maka bersiap-siaplah kita menjadi seorang pecundang, maka selagi kesempatan masih ada gunakanlah ia dengan sebaik munkin, gunakanlah waktu yang ada dengan banyak berlatih, berusaha, dan jangan pantang menyerah, ingat tiada sesuatu itu sulit selama kita mau berusaha dalam menghadapinya, dan jangan lupa perbanyaklah berdoa dalam keseharianmu, karena semua yang terjadi pada diri kita adalah kehendak Allah.&lt;br /&gt;Sekarang mari kita tumbuhkan lagi semangat bercita-cita  seperti sewaktu kita masih kecil dulu, karena seorang bijak mengatakan bahwa orang yang memiliki cita-cita maka dia sudah meraih separuh dari kesuksesan hidup, jadi jangan takut bercita-cita sahabatku, tumbuhkan cita-cita yang tinggi dalam kehidupan kita agar hidup yang sekali ini kita jalani dengan keberhasilan yang gemilang, namun jangan hanya bercita-cita saja, tapi aplikasikanlah cita-cita anda dalam kehidupan ini. Selamat mencoba sahabatku.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5762598333584459893-5357504765480927975?l=ikhwahcreative.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5762598333584459893/posts/default/5357504765480927975'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5762598333584459893/posts/default/5357504765480927975'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ikhwahcreative.blogspot.com/2009/05/tumbuhkan-cita-citamu.html' title='tumbuhkan cita-citamu'/><author><name>Syarifudin Ar-Rosyid</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11874039002798109399</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-sM-kIaGgISw/T0PX4GbkjsI/AAAAAAAAAFA/okil08acZo0/s220/30815_1308759885781_1434109478_30719483_380216_n.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5762598333584459893.post-5980333456349612449</id><published>2009-05-26T12:46:00.000+07:00</published><updated>2009-05-26T13:01:03.024+07:00</updated><title type='text'>Bila aku jatuh cinta nanti</title><content type='html'>&lt;a href="http://mnsls.com/" title="Love Myspace Comments"&gt;&lt;img src="http://i.mynicespace.com/39/3908.gif" alt="Love Myspace Comments" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://mnsls.com/love-3908.html" title="Love Myspace Comments"&gt;MyNiceSpace.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.shidiq-weddingcard.co.cc/2008/07/bila-aku-jatuh-cinta.html"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allahu Rabbi aku minta izin&lt;br /&gt;Bila suatu saat aku jatuh cinta&lt;br /&gt;Jangan biarkan cinta untuk-Mu berkurang&lt;br /&gt;Hingga membuat lalai akan adanya Engkau&lt;br /&gt;Allahu Rabbi&lt;br /&gt;Aku punya pinta&lt;br /&gt;Bila suatu saat aku jatuh cinta&lt;br /&gt;Penuhilah hatiku dengan bilangan cinta-Mu yang tak terbatas&lt;br /&gt;Biar rasaku pada-Mu tetap utuh&lt;br /&gt;Allahu Rabbi&lt;br /&gt;Izinkanlah bila suatu saat aku jatuh cinta&lt;br /&gt;Pilihkan untukku seseorang yang hatinya penuh dengan kasih-Mu&lt;br /&gt;dan membuatku semakin mengagumi-Mu&lt;br /&gt;Allahu Rabbi&lt;br /&gt;Bila suatu saat aku jatuh hati&lt;br /&gt;Pertemukanlah kamiBerilah kami kesempatan untuk lebih mendekati cinta-Mu&lt;br /&gt;Allahu Rabbi&lt;br /&gt;Pintaku terakhir adalah seandainya kujatuh hati&lt;br /&gt;Jangan pernah Kau palingkan wajah-Mu dariku&lt;br /&gt;Anugerahkanlah aku cinta-Mu..&lt;br /&gt;.Cinta yang tak pernah pupus oleh waktu&lt;br /&gt;Amin !&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5762598333584459893-5980333456349612449?l=ikhwahcreative.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5762598333584459893/posts/default/5980333456349612449'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5762598333584459893/posts/default/5980333456349612449'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ikhwahcreative.blogspot.com/2009/05/bila-aku-jatuh-cinta-nanti.html' title='Bila aku jatuh cinta nanti'/><author><name>Syarifudin Ar-Rosyid</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11874039002798109399</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-sM-kIaGgISw/T0PX4GbkjsI/AAAAAAAAAFA/okil08acZo0/s220/30815_1308759885781_1434109478_30719483_380216_n.jpg'/></author></entry></feed>
